Politik di era media massa adalah soal membuat citra. Melalui layar kaca, siaran radio, dan halaman koran, citra bisa dibentuk dan dijejalkan dalam pikiran kolektif publik. Dan citra itu bisa dibuat lebih dahsyat ketimbang ciri-ciri aktual dan kondisi real.
Dewan pers adalah lembaga independen yang dibentuk berdasar UU No.40 tahun 1999 tentang pers sebagai bagian dari upaya mengembangkan kemerdekaan pers dan meningkatkan kehidupan pers nasional.
Kebebasan pers -atau sebagian kalangan memilih menggunakan istilah kemerdekaan pers-tidak pernah berada dalam ruang vakum. Jargon “bebas sebebas-bebasnya” tidak ada dalam realita, karena kebebasan pasti tunduk pada ruang sosial.
Buku biografi jurnalistik ini memaparkan pengalaman hidup, gagasan, dan pemikiran Atmakusumah Astraatmadja (Atma) yang terkait dengan perjalanan jurnalisme dan kebebasan pers di Indonesia. Atma pernah bercita-cita menjadi sastrawan sebelum menjadi wartawan.
Pemilu 2004 menjadi momentum penting untuk menegakkan demokraso dan membangun sistem politik yang sehat. Pemilu memang tidak menjamin lahirnya parlemen yang bermutu dan pemerintahan yang berkualitas, namun tatanan politik yang demokratis hanya bisa diperjuangkan melalui Pemilu.
Kenyataan yang terjadi sekarang ini pelanggaran kode etik pers tidak diikuti oleh tindakan sanksi yang nyata yang membuat pelakunya juga jera. Untuk itu perlu ada kesepakatan bagi semua komponen pers bahwa kode etik pers itu kedudukanya dapat ditingkatkan menjadi semacam peraturan untuk internal kalangan masyarakat pers, dan sanksinya tidak terbatas moral saja, tetapi juga ada sanksi nyata sepe…
Kode etik jurnalis berfungsi ganda: selain menjadi pelindung masyarakat dari pemberitaan pers yang tidak bertanggung jawab: juga dapat mencegah tindak kekerasan atau tekanan dari pihak-pihak yang tidak suka dengan isis berita. Penyelesaian etis terhadap berita pers lazimnya adalah menggunakan hak jawab: “Kata-kata yang salah dijawab atau dikoreksi sehingga menjadi benar”,...(See full in …
Politik di era media massa adalah soal membuat citra. Melalui layar kaca, siaran radio, dan halaman koran, citra bisa dibentuk dan dijejalkan dalam pikiran kolektif publik. Dan citra itu bisa dibuat lebih dahsyat ketimbang ciri-ciri aktual dan kondisi real. Realitas mas kini adalah realitas media, sering disebut sebagai simulakra, merujuk pada realitas sosial yang dikemas atau disampaikan oleh …
Laporan Tahunan The Southeast Asian Press Alliance (SEAPA) Jakarta OfficePers dipercaya sebagai pilar keempat dalam negara demokrasi. Bersama dengan pers, ketiga pilar lainnya; legislatif, eksekutif, yudikatif menyangga demokrasi bagai empat kaki sebuah meja. Pasca Soeharto lengser pada 1998, Indonesia memasuki proses transisi menuju demokrasi. Beruntung masih ada satu tiang yang kokoh. Pers …
Media sering disebut sebagai pilar IV demokrasi, melengkapi eksekutif, legislatif dan yudikatif. Melalui media berbagai peristiwa yang dilaporkan bisa membentuk dan menyuarakan opini publik. Di negra-negara dengan sistem demokrasi yang telah mapan, fungsi tersebut bisa berjalan relatif baik. Untuk negara yang berada dalam transisi demokrasi, peran ideal pers tersebut belum sepenuhnya berjalan. …